Ini adalah kali kesekian aku pergi ke Jogja. Aku kira aku akan merasa bosan, tapi ternyata tidak. Walaupun tidak banyak yang berubah dari Jogja. Nyatanya, kota ini masih punya kesan yang sama: istimewa.
Jika sebelumnya aku lebih sering menghabiskan waktu berkeliling di Kota Jogja, maka kali ini aku memutuskan untuk sedikit bergeser ke daerah di selatan Jogja. Lebih tepatnya, Kabupaten Bantul. Selama disana, aku mengunjungi beberapa tempat mulai dari menginap di suatu resort, kulineran di beberapa tempat makan hingga jalan-jalan ke tempat yang menurutku patut untuk dicoba hehe. Kira-kira tempat apa sajakah itu? Scroll ke bawah yaa!
- D’Omah Hotel Yogya
Untuk tempat menginap, pilihanku jatuh kepada D’Omah Hotel Yogya. Resort ini terletak tidak jauh dari jalan raya utama menuju Pantai Parangtritis, tepatnya di Kampung Tembi. Meskipun begitu, suasana yang ditawarkan di resort ini sangat menenangkan. Sebagian besar bangunan di resort ini bertemakan arsitektur Jawa dan dilengkapi dengan kolam renang di setiap kompleks bangunannya. Ukuran kamarnya pun cukup luas dengan penataan ruang yang sempurna.
Bagian yang paling favorit sih rumah joglo tempat resepsionis berada. Disana, ada restoran dan ruangan kecil terdiri dari beberapa rak buku yang bisa dipinjam hehe. Makanannya pun enak, untuk ukuran sarapan, menurutku porsinya cukup mengenyangkan. Selama disana, mata pun terasa lebih segar karena dimanjakan oleh pemandangan hijau yang asri.

Oh ya, kalau ingin menginap di hotel ini, alangkah lebih baik jika tidak memiliki jadwal terlalu padat di luar resort. Soalnya, sayang banget kalo cuman untuk dipakai numpang tidur hehe.
- Ayam Goreng Mbah Cemplung

Bagi para pecinta ayam, sepertinya makan siang di Warung Ayam Goreng Mbah Cemplung akan menjadi pilihan yang sangat tepat. Lokasi warung ini berada di tengah jalanan pedesaan. Kendati demikian, aksesnya cukup mudah untuk dijangkau. Menu yang tersedia di warung ini bisa dibilang cukup sederhana, hanya terdiri dari ayam goreng dan lauk pauk tambahan seperti tahu, tempe, ati dan ampela. Namun, justru itulah yang membuatnya istimewa. Potongan ayamnya yang besar, porsi nasinya yang sebakul, serta rasanya yang autentik dijamin bakal bikin auto kenyang dan ketagihan. Patut dicoba!
- Bukit Paralayang Watugupit
Selama di Bantul, ada beberapa tempat wisata yang aku tuju. Salah satunya adalah Bukit Paralayang yang terletak tidak terlalu jauh dari Pantai Parangtritis. Perjalanannya pun hanya memakan waktu sekitar 30 menit dari penginapan. Aku sengaja kesana di sore hari, karena memang rencananya ingin melihat matahari terbenam dari atas bukit. Sebenarnya, sempat agak khawatir soalnya waktu itu masih musim hujan. Jadi, aku nggak terlalu berharap banyak walaupun ternyata masih beruntung sih hehe.

Sebagai info tambahan, sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi atau bisa sewa mobil/motor untuk menuju Bukit Paralayang yaa.
- Bakmi Jawa Mbah Mo

Setelah menghabiskan senja di Bukit Paralayang Watugupit, aku pun mampir makan malam di warung Bakmi Jawa Mbah Mo. Awalnya sempat ragu dan pengen putar balik, soalnya warung ini terletak di jalanan kampung gitu. Rute jalan yang rumit ditambah penerangan jalan yang terbatas jadi bikin merasa was was. Setelah mencari-cari alamat, akhirnya sampai juga. Sempat mengira warungnya tutup karena tempatnya gelap, eh ternyata listriknya memang mati wkwk.

Selanjutnya, aku pun memesan bakmi nyemek dan teh hangat manis – yang ternyata menggunakan gula batu sebagai pemanisnya. Setelah 40 menit menunggu, akhirnya si bakmi datang juga! Ternyata enaaaaaak banget wkwk, rasa bakminya khas karena dimasak menggunakan anglo, ditambah lagi suwiran ayam dan telur bebek orak arik membuat rasanya semakin gurih. Jadi pengen kesana lagi hehe.
- Jalan Sawah Nanggulan

Jalan Sawah Nanggulan terletak di Kabupaten Kulonprogo. Perjalanannya cukup jauh dan memakan waktu sekitar 45 menit dari penginapan. Sebenarnya, tempat ini bukan tempat wisata, melainkan kompleks persawahan yang luas dengan jalanan desa yang melintang di tengah-tengahnya. Tempat ini menjadi viral lantaran lanskapnya yang dinilai unik dan adanya berbagai spot yang instagramable.
- Tengkleng Gajah

Tempat terakhir yang dikunjungi di Jogja adalah warung Tengkleng Gajah yang berada di Sleman. Menyimpang jauh dari Bantul, karena memang tujuan setelahnya adalah jalan-jalan ke Magelang hehe. Di warung ini, ada banyak varian menu kambing yang bisa dicoba. Mulai dari aneka masakan tengkleng, tongseng, sate, gule, hingga nasi goreng kambing. Karena penasaran dengan tengklengnya, aku pun memutuskan untuk memesan tengkleng gajah digoreng. Untuk nasinya bebas ambil sendiri, jadi kalau mau makan porsi kuli yaa silakan. Setelah pesanan datang, wah baru tahu kalau ternyata tengklengnya porsi jumbo. 1 porsi bisa buat 2 orang.
Sekian cerita pengalamanku selama di Jogja. Pengen rasanya kembali lagi kesana, mungkin next time bakal explore berbagai tempat kuliner dan tempat-tempat yang nyeni! Hehe
